Dari Abu Musa, yakni Abdullah bin Qais al-Asy'ari رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم
ditanya perihal seseorang yang berperang dengan tujuan
menunjukkan keberanian, ada lagi yang berperang dengan tujuan
kesombongan - ada yang artinya kebencian - ada pula yang
berperang dengan tujuan pameran - menunjukkan pada
orang-orang lain kerana ingin berpamer. Manakah di antara
semua itu yang termasuk dalam jihad fi-sabilillah?
Rasulullah صلی الله عليه وسلم menjawab:
"Barangsiapa yang berperang dengan tujuan agar kalimat Allah - Agama Islam - itulah yang luhur, maka ia disebut jihad fi-sabilillah." (Muttafaq 'alaih)
Penjelasan:
Hadis
di atas dengan jelas menerangkan semua amal perbuatan itu
hanya dapat dinilai baik, jika baik pula niat yang terkandung
dalam hati orang yang melakukannya.
Selain itu dijelaskan pula bahwa keutamaan yang nyata bagi orang-orang yang berjihad melawan musuh di medan perang itu semata-mata dikhususkan untuk mereka yang berjihad fisabilillah, yakni tiada maksud lain kecuali untuk meluhurkan kalimat Allah, yaitu Agama Islam.
Selain itu dijelaskan pula bahwa keutamaan yang nyata bagi orang-orang yang berjihad melawan musuh di medan perang itu semata-mata dikhususkan untuk mereka yang berjihad fisabilillah, yakni tiada maksud lain kecuali untuk meluhurkan kalimat Allah, yaitu Agama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar